Karangdadap — Ratusan siswa kelas XII SMK Negeri 1 Karangdadap mengikuti kegiatan Sosialisasi Peluang Kerja bertema “Menyiapkan Generasi Kompeten, Meraih Peluang, Membangun Masa Depan” pada Selasa, 8 September 2026, di Ruang Bengkel Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Kegiatan ini menghadirkan Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah, Agus Nowo Edy, S.Pd., M.Pd., serta Kepala Departemen Corporate Communication & Customer Service KITB Industropolis Batang, Tanya Liwail Chamdy, untuk membekali siswa dengan gambaran nyata dunia kerja dan peluang industri menjelang kelulusan mereka.
Acara dibuka oleh Kepala SMK Negeri 1 Karangdadap, Ibnu Nafis, S.Pd., M.Si., yang menekankan pentingnya kesiapan siswa menghadapi persaingan dunia kerja, baik dari sisi kompetensi teknis maupun sikap kerja.
Dalam pemaparannya, Agus Nowo Edy menyampaikan pentingnya sinergi antara sekolah dan dunia industri agar lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini.
Sementara itu, Tanya Liwail Chamdy memperkenalkan profil KITB (Kawasan Industri Terpadu Batang) kepada siswa. Kawasan ini memiliki luas sekitar 4.300 hektare dan saat ini menaungi sekitar 42 industri dengan fasilitas pendukung yang lengkap. Tanya juga memaparkan perbedaan mendasar antara budaya sekolah dan industri. Di lingkungan sekolah, penekanan lebih pada kebersihan, kedisiplinan fisik, dan aturan yang relatif tetap. Sementara di dunia industri, pelanggaran dapat berdampak pada pemotongan gaji, lingkungan kerja yang dinamis dan terus berubah, serta menuntut penguatan skill, mental, dan attitude. Ia menegaskan bahwa kecerdasan teknis saja tidak cukup — seseorang yang pintar namun attitude-nya kurang baik tetap akan bermasalah di dunia kerja. Siswa juga diimbau untuk terbuka menerima nasihat saat bekerja nanti, serta memahami bahwa kemampuan berbahasa asing akan mempermudah peluang di berbagai tempat.
Di akhir sesinya, Tanya menitipkan pesan kepada para siswa: “Apapun pilihan kalian, apapun yang kalian lakukan, kalau di KITB atau di industri sekecil apa pun itu, kalian tidak membawa nama yang ada di baju kalian, tapi kalian membawa nama Pekalongan, Jawa Tengah, dan Indonesia. Kalau ada sesuatu, apa pun itu harus dipelajari — justru pengalaman baru dan pembelajaran baru itulah yang membuat kita adaptif. Orang yang tidak punya cita-cita, pemikirannya sudah tuntas dan selesai, seharusnya sudah berkarier.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi siswa SMK Negeri 1 Karangdadap untuk terus belajar, beradaptasi, dan menjaga nama baik daerah asal mereka ketika kelak terjun ke dunia kerja. (Tim Liputan Jurnalis Sekolah)
