Pernahkah kamu membuka sebuah website dan melihat tampilannya sangat rapi, memiliki warna indah, tata letak tombol yang menarik serta responsif saat dibuka dilayar besar dan layar kecil? Semua keindahan visual tersebut bukan dibuat hanya menggunakan HTML biasa, melainkan bantuan dari CSS.
CSS adalah singkatan dari Cascading Style Sheets. Jika HTML diibaratkan sebagai rangka tubuh manusia (tulang dan organ), maka CSS adalah pakaian, gaya rambut, dan aksesori yang membuat penampilan manusia tersebut menjadi menarik.
CSS bertugas mengatur seluruh tampilan visual halaman web, mulai dari warna teks, jenis font, jarak antar elemen, warna latar belakang, hingga posisi tata letak layout.
Sebelum menulis kode CSS, penting untuk memahami strukturnya. Penulisan kode CSS terdiri dari tiga bagian utama: Selector, Property, dan Value.
Selector: Elemen HTML yang ingin diubah tampilannya (misalnya judul h1 atau paragraf p).
Property: Bagian dari elemen tersebut yang ingin diatur (misalnya warna color atau ukuran teks font-size).
Value: Nilai atau pilihan yang dimasukkan ke dalam property (misalnya nilai satuan angka misal 100px, 30%, atau warna green atau blue).
Ada tiga cara untuk memasukkan kode CSS ke dalam halaman web:
| Metode Penulisan | Cara Kerja | Contoh Kode | Kelebihan / Kekurangan |
| Inline CSS | Ditulis langsung di dalam tag HTML menggunakan atribut style="". |
<h1 style="color: blue;">Judul</h1> |
Praktis untuk perubahan cepat 1 elemen, tapi kurang rapi & kurang efisien jika digunakan banyak. |
| Internal CSS | Ditulis di dalam dokumen HTML yang sama, di dalam tag <style> di bagian <head>. |
<style> h1 { color: blue; } </style> |
Cocok untuk halaman tunggal, tetapi membuat file HTML jadi terlalu panjang. |
| External CSS | Ditulis dalam file terpisah berekstensi .css lalu dihubungkan ke HTML via tag <link>. |
<link rel="stylesheet" href="style.css"> |
Paling direkomendasikan! Kode rapi dan 1 file CSS bisa dipakai untuk banyak halaman. |
Agar bisa memilih elemen dengan tepat, kamu bisa menggunakan penanda:
Tag Selector: Mengubah semua elemen sesuai nama tag-nya.
p { color: black; }
Class Selector (Menggunakan Tanda Titik .): Bisa dipakai berulang kali pada elemen yang berbeda.
.tombol-utama { background-color: green; }
ID Selector (Menggunakan Tanda Pagar #): Hanya boleh digunakan oleh satu elemen unik dalam satu halaman.
#header-utama { background-color: yellow; }
Di dalam CSS, semua elemen dianggap sebagai sebuah “kotak” terbungkus. Setiap kotak memiliki 4 lapisan utama:
Content: Isi utama (teks atau gambar).
Padding: Ruang kosong antara isi teks dengan garis tepi (border).
Border: Garis pembatas/bingkai di luar padding.
Margin: Jarak kosong antara bingkai luar elemen tersebut dengan elemen lain di sekitarnya.
