Dalam sistem kelistrikan modern terutama pada UPS, baterai inverter, panel surya, dan sistem backup listrik serta peralatan elektronik lainnya, istilah duty cycle, auto cut-off, dan bypass sering digunakan. Ketiganya berperan penting dalam keamanan, efisiensi, dan umur baterai.

Duty cycle adalah pola kerja baterai:
berapa lama baterai dipakai (discharge) dan berapa lama diistirahatkan atau diisi ulang (charge) dalam satu siklus.
Baterai dipakai 6 jam
Lalu diisi 12 jam
โ Ini berarti baterai tidak bekerja terus-menerus
๐ Mencegah baterai cepat panas
๐ Menghindari over-discharge
๐ Memperpanjang usia baterai
๐ Menjaga performa tetap stabil
Semakin berat beban dan semakin lama dipakai tanpa jeda, semakin berat duty cycle-nya.
Bagaimana sistem duty cycle ini pada bateraiย laptop ?
Sebenarnya duty cycle ini bisa digunakan sebagai ukuran sederhana untuk mengetahui kondisi baterai. Sekalipun bukan sebagai patokan standar, tapi dengan hitungan sederhana dapat diketahui bahwa baterai laptop akan mengalami penurunan performa. 1 hitungan duty cycle secara sederhana digambarkan dengan proses dari posisi daya 0% kemudian diisi 100% lalu dipakai hingga 0% lagi.
Umumnya, setelah melewati proses 400 kali duty cycle maka kemampuan cell baterai akan menurun sehingga biasanya baterai akan sedikit lebih cepat habis atau drop. Proses mencapai 400 kali duty cycle ini umumnya baru terasa setelah baterai baru laptop melewati masa pemakaian selama sekitar 2 tahunย ย

Auto cut-off adalah sistem pengaman otomatis yang memutus aliran listrik saat kondisi baterai tidak aman atau jika pengisian daya baterai telah penuh.
โ ๏ธ Melindungi baterai dari kerusakan permanen
โ ๏ธ Mencegah baterai drop total karena over-charging atau pengisian daya berlebihan
โ ๏ธ Menghindari risiko korsleting dan kebakaran
Tanpa auto cut-off, baterai bisa:
Soak lebih cepat
Menggembung
Bahkan rusak total
Tegangan baterai terlalu rendah
Tegangan terlalu tinggi
Arus berlebih (overcurrent)
Suhu baterai terlalu panas

Bypass adalah jalur alternatif yang melewatkan baterai, sehingga beban listrik langsung disuplai dari sumber utama (PLN atau genset). Jadi saat sebuah perangkat terhubung ke listrik utama, misal listrik PLN, maka perangkat switch relay akan mengarahkan ke PLN, bukan ke baterai; dan begitu listrik utama padam, maka relay akan beralih ke baterai.
Contohnya pada perangkat UPS yang sering dipakai untuk menopang daya listrik PC atau pada laptop-laptop gaming modern, saat dipasangkan charger maka daya listrik yang dipakai adalah langsung dari PLN, bukan dari bateri laptop.
๐ Listrik tetap menyala sehigga perangkat elektronik terhindar dari mati mendadak
๐ Sistem tetap berjalan tanpa gangguan
๐ Aman untuk perawatan
Pada perkembangan modern, sebagian peralatan memiliki kelengkapan sistem kombinasi antara sistem auto cut-off dan bypass.
Misalnya pada UPS server, dimana ketika UPS terhubung ke jalur listrik utama, maka sistem bypass aktif, sumber listrik diambil dari listrik utama PLN. Pada saat bersamaan, listrik utama ini juga digunakan untuk mengecas baterai UPS, nantinya saat baterai penuh maka sistem auto cut-off aktif dan memutus proses charging.